Segala sesuatu tentang tepung

Taken from http://myhobbyblogs.com/food/2008/05/12/tepung-terigu-lain-jenis-lain-gunanya/

Anda pernah gagal membuat kue? Seperti roti tidak mengembang sempurna, cake menjadi bantat atau tekstur kue kering tidak rapuh. Jika pernah, kemungkinan besar anda salah memilih jenis tepung terigu. Mari kita kenali karakteristik dari masing-masing jenisnya.

Sampai saat ini tepung terigu merupakan produk impor yang didatangkan dari negara-negara subtropis seperti Amerika dan Australia. Biasanya terigu datangkannya masih berupa butiran biji gandum. Melalui proses pencucian, pengupasan sekam, penggilingan dan pemutihan (bleaching) maka jadilah tepung terigu seperti yang kita kenal. Di dalam proses pembuatan tepung terigu akan dihasilkan beragam tepung turunan. Seperti pada tahap penggilingan, sekam dan lembaga dipisahkan menjadi flake flour, bagian endosperma dihaluskan menjadi tepung terigu dan partikel endosperma yang berbentuk granular kasar dikenal dengan tepung semolina.

Jenis Tepung Terigu

Di pasaran banyak beredar jenis tepung terigu yang masing-masing memiliki karakteristik dan fungsi berlainan. Mari kita kenali lebih dekat:

Hard Wheat (Terigu Protein Tinggi)

Dipasaran lebih dikenal dengan terigu Cakra Kembar. Tepung ini diperoleh dari gandum keras (hard wheat). Kandungan proteinnya 11-13%. Tingginya protein terkandung menjadikan sifatnya mudah dicampur, difermentasikan, daya serap airnya tinggi, elastis dan mudah digiling. Karakteristik ini menjadikan tepung terigu hard wheat sangat cocok untuk bahan baku roti, mie dan pasta karena sifatnya elastis dan mudah difermentasikan.

Medium Wheat (Terigu Protein Sedang)

Jenis terigu medium wheat mengandung 10%-11%. Sebagian orang mengenalnya dengan sebutan all-purpose flour atau tepung serba guna, di pasaran lebih dikenal dengan sebutan tepung Segitiga Biru. Dibuat dari campuran tepung terigu hard wheat dan soft wheat sehingga karakteristiknya diantara kedua jenis tepung tersebut. Tepung ini cocok untuk membuat adonan fermentasi dengan tingkat pengembangan sedang, seperti donat, bakpau, bapel, panada atau aneka cake dan muffin.

Soft Wheat (Terigu Protein Rendah)

Tepung ini dibuat dari gandum lunak dengan kandungan protein gluten 8%-9%. Sifatnya, memiliki daya serap air yang rendah sehingga akan menghasilkan adonan yang sukar diuleni, tidak elastis, lengket dan daya pengembangannya rendah. Cocok untuk membuat kue kering, biscuit, pastel dan kue-kue yang tidak memerlukan proses fermentasi. Di pasaran tepung ini lebih dikenal dengan nama terigu Cap Kunci.

Self Raising Flour

Jenis tepung terigu yang sudah ditambahkan bahan pengembang dan garam. Penambahan ini menjadikan sifat tepung lebih stabil dan tidak perlu menambahkan pengembang lagi ke dalam adonan. Jika sukar didapat, tambahkan satu sendok teh baking powder ke dalam sekilo tepung sebagai gantinya. Self raising flour sangat cocok untuk membuat cake, muffin, dan kue kering. Jika tidak tersedia bisa diganti dengan mencampur ½ kg tepung terigu dengan 1 sdt baking powder, aduk rata.

Enriched Flour

Adalah tepung terigu yang disubstitusi dengan beragam vitamin atau mineral dengan tujuan memperbaiki nilai gizi terkandung. Biasanya harganya relatif lebih mahal. Cocok untuk kue kering dan bolu.

Whole Meal Flour

Tepung ini biasanya dibuat dari biji gandum utuh termasuk dedak dan lembaganya sehingga warna tepung lebih gelap/cream. Terigu whole meal sangat cocok untuk makanan kesehatan dan menu diet karena kandungan serat(fiber) dan proteinya sangat tinggi. Teks&Foto: Budi Sutomo

Tips menyimpan tepung

Taken from: http://www.cakefever.com/tips-menyimpan-tepung/

Tepung terigu dan jenis tepung-tepung lainnya merupakan bahan baku utama dari kebanyakan resep kue. Aku awalnya hanya membeli tepung dalam jumlah secukupnya sehingga memang tidak pernah memikirkan cara penyimpanan tepung yang benar, karena biasanya tepung yang aku simpan tak pernah disimpan lama alias selalu cepat habis :)

Namun tidak demikian halnya ketika sudah memulai usaha kue, karena biasanya bahan-bahan kue dibeli dalam jumlah banyak agar bisa menekan biaya produksi. Itu pun aku masih menghindari beli tepung dalam bentuk karung, karena bingung harus disimpan dimana :)

Tips menyimpan tepung ini aku tuliskan, karena biasanya ada beberapa tepung yang akhirnya menjadi jarang aku habiskan sebab waktuku lebih banyak habis untuk membuat kue-kue dari terigu. Tepung seperti tepung beras, tepung sagu dan tepung-tepung lainnya seringkali harus tersimpan rada lama karena menunggu aku punya waktu luang untuk membuat kue dari jenis tepung non terigu.

Ketika menyimpan tepung, tutup rapat tepung dalam kantungnya. Aku biasa membeli penjepit khusus untuk kantongan, namun bila penjepit sudah habis, akhirnya diikat saja pakai karet gelang, hehehe. Lalu aku masukkan ke dalam wadah kedap udara dan kemudian disimpan dalam kulkas di bagian penyimpanan sayuran. Atau bila memiliki ruangan bersuhu 21C, bisa disimpan di ruangan tersebut – aku sih ndak punya.

Setiap membuka kantung untuk mengambil tepung, ambil jumlah yang diperlukan dengan sendok yang kering dan bersih lalu segera tutup kembali. Tepung yang sudah pernah dibuka hanya bertahan selama 6 bulan dengan catatan ia tidak terkontaminasi kotoran atau air dari sendok yang digunakan untuk mengambil tepung tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: